📍 Salatiga — Selasa, 30 September 2025, Suasana ruang perpustakaan SMA Negeri 1 Salatiga siang itu terasa lebih hidup dari biasanya. Deretan buku yang tersusun rapi menjadi saksi keseriusan dua tim strategis sekolah, yaitu Tim Kerja Literasi dan Tim Sekolah Berintegritas, dalam rapat koordinasi bersama Kepala Sekolah dan koordinator mutu. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program semester berjalan sekaligus menyusun rencana kegiatan bulan Oktober mendatang.
Rapat yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.00 WIB dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 1 Salatiga, Subroto, S.Pd., M.Pd., Koordinator Penjaminan Mutu Sekolah Dr. Katarina Herwanti, M.Pd., Koordinator Literasi Uswatun Hasanah, S.Pd., Ketua Pelaksana Sekolah Berintegritas Agustina Sukmawati, S.Pd., serta seluruh anggota kedua tim. Kolaborasi lintas bidang ini menunjukkan semangat gotong royong akademik khas sekolah berprestasi di Kota Salatiga.
Dalam sambutannya, Subroto menegaskan bahwa literasi dan integritas adalah dua pilar penting dalam pembentukan karakter siswa di era digital. “Sekolah bukan hanya tempat mengajar mata pelajaran, tetapi juga tempat menanamkan nilai. Literasi membentuk cara berpikir, sementara integritas membentuk cara bertindak,” ujarnya. Ia mengapresiasi konsistensi tim dalam menindaklanjuti program yang telah dirancang sejak awal tahun pelajaran.
Dr. Katarina Herwanti menambahkan bahwa setiap program literasi dan integritas harus memiliki indikator keberlanjutan. “Literasi bukan proyek jangka pendek. Ia harus hidup di setiap ruang kelas, di setiap percakapan antar siswa, bahkan di cara guru menulis catatan di papan tulis,” jelasnya.
Dari hasil pembahasan, Tim Literasi menetapkan dua program unggulan: Lomba Pojok Literasi dan Pohon Literasi untuk siswa kelas X dan XI. Penilaian akan dilaksanakan pada 27 Oktober 2025. Lomba ini tidak hanya menilai estetika pojok baca, tetapi juga seberapa jauh kegiatan mendorong kebiasaan membaca dan menulis di kalangan siswa.
Koordinator Tim Literasi, Uswatun Hasanah, menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya menjadikan literasi sebagai gaya hidup. “Kami ingin setiap kelas punya identitas literasinya sendiri — bukan hanya menghias ruang, tetapi membangun interaksi dengan ide-ide besar,” ujarnya.
Tim Sekolah Berintegritas menyiapkan Gelar Wicara: Integritas Kuat, Generasi Hebat pada 31 Oktober 2025 dengan narasumber dari lembaga antikorupsi. Ketua Tim, Agustina Sukmawati, mengatakan kegiatan ini menanamkan kesadaran moral dan etika di kalangan siswa sejak dini.
Gelar wicara akan dikemas interaktif agar siswa dapat berdialog langsung dengan narasumber. Tema ini relevan dengan kondisi sosial saat ini, ketika kejujuran sering diuji oleh tekanan sosial dan dunia digital.
Rapat koordinasi yang berlangsung singkat namun padat itu ditutup dengan kesepakatan memperkuat sinergi antaranggota tim. Kepala sekolah berpesan agar setiap kegiatan disertai dokumentasi dan laporan evaluatif yang jelas sebagai refleksi program berikutnya.
Dari ruang perpustakaan itu, lahirlah ide-ide besar tentang generasi cerdas dan berintegritas — generasi yang tidak hanya piawai membaca buku, tetapi juga mampu membaca realitas dan bertindak dengan nurani.
0 Komentar